A creation by design and not by default
Sub judul tersebut di atas adalah ungkapan dari Prof. Dr. Koentjaraningrat yang dikutip oleh Jakob Utama dalam bukunya “Bersyukur dan menggugat diri”, yang membahas masalah pembangunan Demokrasi dan Kebudayaan.
Dalam tulisan tersebut dikatakan bahwa sudah saatnya Bangsa Indonesia menyadari perlunya membuat rancangan kehidupan berdemokrasi dan berbudaya berdasarkan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dengan tujuan membangun sebuah budaya (kultur) bangsa yang kompetitif. Sehingga tidak sebagaimana apa yang terjadi selama ini, terombang-ambing dalam arus globalisasi, yang pada akhirnya nanti, sebagaimana saat ini, akan kita sadari bahwa selama ini kita jalan di tempat.
Kondisi Industri di Indonesia
Dari pengalaman dan pengamatan penulis yang dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun menekuni bidang Industri, penulis melihat jelas bahwa keterombang-ambingan arah gerak pengembangan Industri juga mengalami hal yang kurang-lebih sama.
Industri tidak dibangun dengan perencanaan (by design) berdasarkan kompetensi atau Teknologi yang dikuasai, namun lebih didasarkan pada pertimbangan kebutuhan mendesak sesaat (by default).
Dengan demikian, Industri yang ada di Indonesia sifatnya dangkal dan tidak berakar pada kompetensi (Teknologi) yang semestinya dijadikan dasar pembangunan sebuah Industri. Industri semacam itu tidak kompetitif sehingga memerlukan proteksi yang terus-mnerus karena sulit bersaing dengan Industri sejenis dari negara lain, terutama dalam era globalisasi saat ini.
Melihat keadaan tersebut di atas, penulis berpendapat bahwa sudah saatnya kita memikirkan pengembangan Industri yang dibangun berdasar pada Teknologi yang kita kembangkan sendiri dengan mempertimbangkan kompetensi dan kebutuhan nyata dalam Dunia Industri.
Namun demikian, menyadari kondisi masyarakat Indonesia saat ini, kita tidak mungkin mengharapkan Dunia Industri bisa mengembangkan sendiri Teknologi tersebut karena kemampuan Dunia Industri dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IpTek) sangatlah terbatas.
Peran Lembaga Penelitian
Salah satu lembaga yang semestinya dapat berperan besar dalam pembangunan Industri yang berbasis pada Iptek adalah lembaga-lembaga penelitian yang sudah ada tersebar di seantero tanah air, baik yang ada di bawah naungan Perguruan Tinggi, LIPI maupun Menristek.
Dari pengalaman dan pengamatan penulis dalam membangun hubungan dengan lembaga-lembaga Riset dan beberapa Perguruan Tinggi sejak tahun 1998 terdapat banyak sekali kendala yang dihadapi.
Salah satu kendala yang paling mendasar adalah tidak adanya pemahaman tentang sebuah siklus Industri, sehingga masing-masing pihak (peneliti dan pengusaha) tidak memahami peran dan domain (lingkup kerja) masing-masing sehingga sulit sekali terjadi sebuah sinergy.
Blog ini berisi pemikiran Buntoro dalam menyikapi berbagai perkembangan aktual dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya di tanah air. Sikap (pola pikir dan pola tindak) yang tepat akan sangat menentukan tercapainya sebuah cita2.
Senin, 28 Desember 2009
Rabu, 11 November 2009
Motor Nasional
Press Release
Setelah melalui perjalanan panjang selama 5 (lima) tahun sejak PT Mega Andalan Motor Industri (PT MAMI) didirikan pada tahun 2004, akhirnya pada hari ini, tanggal 10 Nopember 2009 bertepatan dengan hari Pahlawan, PT MAMI meluncurkan produksi perdananya.
Dengan menggunakan merk MAK (Motor Andalan Kita), PT MAMI meluncurkan 2 varian model motor bebek, Vipros-125 (125 cc) dan Vipros 100 (100 cc). Masing-masing dipatok dengan harga Rp 9.900.000 dan Rp 9.450.000,-
Selama 1 (satu) tahun sejak soft launching pada Oktober 2008, PT MAMI bekerja keras melakukan “test drive” untuk penyempurnaan teknis sehingga akhirnya dihasilkan “motor dengan kwalitas yang dapat dipertanggung jawabkan dan harga yang terjangkau oleh masyarakat”.
Pada peluncuran perdana ini, motor MAK telah dipesan sebanyak 75 unit yang penyerahannya akan dilakukan pada bulan Desember 2009.
Untuk menjamin kepuasan pelanggan, PT MAMI telah membangun Factory Outlet yang diberi nama MAMI-FO, yang merupakan Pusat Penjualan terpadu, meliputi:
- Ruang pamer untuk motor dan pernak-pernik “motor-bikers life style”
- Sales counter
- Bengkel modern yang dilengkapi dengan Test-bench
- Safety Riding track
Bersamaan dengan peluncuran perdana motor MAK, pada hari ini diresmikan pembukaan MAMI-FO yang pertama di Jalan Solo Km 12.
Selanjutnya, untuk mendukung tercapainya target penjualan sebanyak 5.000 unit pada tahun 2010 serta untuk memberikan pelayanan yang menjamin kepuasan pelanggan di Daerah Istimewa Yogyakarta, MAMI-FO akan dibangun di Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo.
Dengan peluncuran motor MAK, PT MAMI yang berlokasi di Jalan Prambanan-Piyungan Km 5 membuktikan bahwa Bangsa Indonesia mampu menghasilkan Motor Nasional yang diharapkan kelak, tentunya dengan dukungan seluruh Bangsa Indonesia, dapat menjadi kebanggan bagi Bangsa Indonesia.
PT MAMI adalah anak perusahaan dari PT Mega Andalan Kalasan (PT MAK), sebuah perusahaan industri Peralatan Rumah Sakit terbesar di Asia Tenggara yang menguasai lebih dari 60% pangsa pasar Peralatan Rumah Sakit nasional dan produknya telah diekspor ke manca negara.
Yogyakarta, 10 Nopember 2009
Setelah melalui perjalanan panjang selama 5 (lima) tahun sejak PT Mega Andalan Motor Industri (PT MAMI) didirikan pada tahun 2004, akhirnya pada hari ini, tanggal 10 Nopember 2009 bertepatan dengan hari Pahlawan, PT MAMI meluncurkan produksi perdananya.
Dengan menggunakan merk MAK (Motor Andalan Kita), PT MAMI meluncurkan 2 varian model motor bebek, Vipros-125 (125 cc) dan Vipros 100 (100 cc). Masing-masing dipatok dengan harga Rp 9.900.000 dan Rp 9.450.000,-
Selama 1 (satu) tahun sejak soft launching pada Oktober 2008, PT MAMI bekerja keras melakukan “test drive” untuk penyempurnaan teknis sehingga akhirnya dihasilkan “motor dengan kwalitas yang dapat dipertanggung jawabkan dan harga yang terjangkau oleh masyarakat”.
Pada peluncuran perdana ini, motor MAK telah dipesan sebanyak 75 unit yang penyerahannya akan dilakukan pada bulan Desember 2009.
Untuk menjamin kepuasan pelanggan, PT MAMI telah membangun Factory Outlet yang diberi nama MAMI-FO, yang merupakan Pusat Penjualan terpadu, meliputi:
- Ruang pamer untuk motor dan pernak-pernik “motor-bikers life style”
- Sales counter
- Bengkel modern yang dilengkapi dengan Test-bench
- Safety Riding track
Bersamaan dengan peluncuran perdana motor MAK, pada hari ini diresmikan pembukaan MAMI-FO yang pertama di Jalan Solo Km 12.
Selanjutnya, untuk mendukung tercapainya target penjualan sebanyak 5.000 unit pada tahun 2010 serta untuk memberikan pelayanan yang menjamin kepuasan pelanggan di Daerah Istimewa Yogyakarta, MAMI-FO akan dibangun di Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo.
Dengan peluncuran motor MAK, PT MAMI yang berlokasi di Jalan Prambanan-Piyungan Km 5 membuktikan bahwa Bangsa Indonesia mampu menghasilkan Motor Nasional yang diharapkan kelak, tentunya dengan dukungan seluruh Bangsa Indonesia, dapat menjadi kebanggan bagi Bangsa Indonesia.
PT MAMI adalah anak perusahaan dari PT Mega Andalan Kalasan (PT MAK), sebuah perusahaan industri Peralatan Rumah Sakit terbesar di Asia Tenggara yang menguasai lebih dari 60% pangsa pasar Peralatan Rumah Sakit nasional dan produknya telah diekspor ke manca negara.
Yogyakarta, 10 Nopember 2009
Sabtu, 05 September 2009
Leadership: Pemimpin yang hebat
Ucapan Colin Powel yang dikutip oleh Oren Harari dalam bukunya "Break from The Pack" sungguh sangat menarik. Dia bilang, "Anda bisa disebut sebagai pemimpin yang baik ketika orang mengikuti Anda hanya karena ingin tahu".
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa ketika para pemimpin membawa organisasi di jalur yang menarik dan memancing minat, berarti mereka mengundang orang yang tertarik dan terpancing minatnya untuk bergabung, untuk ikut melihat sesuatu terjadi dan atau untuk ikut membuat sesuatu terjadi.
Pemimpin yang baik (hebat) tidak harus mempunyai tujuan yang (menurut nilai moral) "baik". Don Corleone bisa dianggap sebagai Pemimpin yang baik (hebat), bahkan sebagai God Father, walau memimpin mafia.
Sayang, tidak banyak orang bisa melihat atau mengenali para pemimpin hebat. Seringkali justru orang memandangnya dengan sinis atau skeptis. Orang lebih menyenangi pemimpin yang sesuai dengan imajinasinya sendiri. Dan biasanya baru menyesali kekeliruannya setelah dia meninggalkan sang pemimpin hebat.
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa ketika para pemimpin membawa organisasi di jalur yang menarik dan memancing minat, berarti mereka mengundang orang yang tertarik dan terpancing minatnya untuk bergabung, untuk ikut melihat sesuatu terjadi dan atau untuk ikut membuat sesuatu terjadi.
Pemimpin yang baik (hebat) tidak harus mempunyai tujuan yang (menurut nilai moral) "baik". Don Corleone bisa dianggap sebagai Pemimpin yang baik (hebat), bahkan sebagai God Father, walau memimpin mafia.
Sayang, tidak banyak orang bisa melihat atau mengenali para pemimpin hebat. Seringkali justru orang memandangnya dengan sinis atau skeptis. Orang lebih menyenangi pemimpin yang sesuai dengan imajinasinya sendiri. Dan biasanya baru menyesali kekeliruannya setelah dia meninggalkan sang pemimpin hebat.
Langganan:
Postingan (Atom)